Jalur PMDK

Jalur penerimaan mahasiswa baru melalui Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) terbagi menjadi 2 metode:

Melalui pendaftaran langsung ke UIN

Jalur yang diperuntukkan bagi siswa berprestasi dari siswa Pesantren dan Madrasah Aliyah Jurusan IPA dengan akreditasi minimal A yang memiliki ranking 1 s/d 10 dan mempunyai nilai rata-rata 7 (tujuh), khusus untuk pendidikan dokter nilai rata-rata 8 (delapan). Jalur seleksi ini menempati proporsi sebesar 10% dari total mahasiswa. Seleksi dilakukan secara administrative melalui seleksi berkas calon mahasiswa.

Melalui program beasiswa dari Pemerintah Daerah (Pemda)

Beasiswa Pemerintah Daerah ini dimulai dengan adanya kerja sama UIN-SH dengan Pemerintah Kabupaten MUBA pada tahun 2008. Pemerintah Daerah Sumatera Selatan juga melakukan kerja sama pada tahun 2009 dan terakhir dengan Pemda Luwu Timur Sulsel pada tahun 2011, namun Luwu Timur, di tahun 2013 tidak dilanjutkan kembali. Seleksi pemilihan penerima beasiswa menyerupai Kementerian Agama, yaitu sebelum ujian seleksi, pihak Pemda mensosialisasikan penerimaan mahasiswa ke pesantren-pesantren, untuk mengirimkan siswa-siswa terbaik dari setiap kabupaten atau kota. Sistem seleksi untuk beasiswa Pemda melalui 3 tahap seleksi, yaitu: seleksi berkas oleh pihak Pemda, tes tertulis dari pihak UIN yang difasilitasi oleh Pemda, dan tes kesehatan.

Bersama dengan penerima beasiswa Kemenag, calon mahasiswa mengikuti matrikulasi. Persyaratan bagi penerima beasiswa, yaitu: harus memiliki prestasi akademik yang baik selama masa kuliah (tidak boleh drop out) dan menandatangani perjanjian berupa kontrak kerja sebagai dokter di Pemda yang bersangkutan serta bersedia ditempatkan di desa. Jalur seleksi ini menempati komposisi 5% dari total kapasitas mahasiswa.